Selasa, 23 Desember 2014

Maaf Tuhan

Tuhan, maafkan aku bila aku merasakan hal semacam ini. Iya, maafkan hamba yang penuh dengan lumuran dosa ini…

Kau ciptakan cinta untuk menghiasi hati para hamba yang sedang kesepian. Kau ciptakan laki-laki dan perempuan untuk bisa merasakan indahnya rasa bertajuk cinta. Tapi, tapi mengapa sebagai manusia aku merasa belum pernah merasakan indahnya jatuh cinta seutuhnya? Apakah aku tidak pantas untuk dianugerahi perasaan itu? Ah, sekali lagi maafkanlah aku Tuhan, maafkan.

Sebagai manusia, aku merasa sedih dengan keadaan yang selama ini aku alami. Aku kembali mendapat penolakan cinta. Sakit rasanya. Apakah ini yang dinamakan cinta? Atau hanyalah kekaguman belaka? Atau hanyalah kesemuan agar aku merasa bahagia sekilas? Ah, aku benar-benar tidak paham.

Mengapa Tuhan, tiap kali aku merasakan indahnya jatuh cinta, perasaan itu hanya singgah sekilas. Iya, seperti enggan menjadi bagian dari hidupku. Sepertinya rasa itu seolah-olah hanya ingin mempermainkanku saja. Tak sepenuhnya mau singgah di sini, di hatiku. Ah, mengapa itu bisa terjadi ya Tuhan? Padahal aku berharap lebih padanya.

Namun, aku akan tetap berusaha berbaik sangka saja padaMu, Tuhan. Sebagai manusia aku akan berusaha berbaik sangka padaMu. Aku akan mencoba bersabar dan menerima semua ini. Bila aku boleh meminta, tolong beri aku kesempatan merasakan indahnya cinta sejati. Ya, cinta yang seutuhnya. Sebuah rasa timbal balik antara aku dan dia. Semoga Engkau mau memenuhi peemintaanku. Kuyakinkan hatiku bahwa Engkau masih menyimpan satu rahasia indah untukku. Iya kan, Tuhan?

Malam Kelabu di
Kamar Inspirasiku,
04072014…
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar