Kamis, 10 September 2015

Berbagi Itu Indah



Hakikat berbagi bukan hanya sekedar ikhlas memberi. Ada satu hal yang jauh lebih berarti dari ini, yaitu mengajarkan kita menjadi pribadi yang dipenuhi oleh kerendahan hati.

Semua ini berawal dari sebuah keisenganku mengikuti kuis di media sosial facebook. Ya, sebuah kuis sederhana (menurutku), yang diadakan oleh salah satu komunitas menulis di Surabaya bernama UNSA, kependekan dari Untuk Sahabat. Meski terdengar iseng, namun bukan berarti aku asal-asalan mengikutinya. Aku tumpahkan semua hal sesuai dengan kenyataan, apa adanya.

Kala itu, kalau tidak salah, tanggal 5 Juni 2015, aku tergelitik untuk ikut memberikan komentar di sebuah status facebook milik grup UNSA. Di sana, terdapat sebuah pertanyaan yang cukup menarik perhatian, "Mengapa Anda ingin membaca buku ini?" begitulah kira-kira kalimat yang terpampang pada sebuah gambar cover depan sebuah buku berwarna biru muda. Judulnya "Silabus Menulis Cerpen Itu Gampang" yang ditulis oleh Ken Hanggara.

Usut punya usut, bagi 10 komentar terpilih, akan mendapatkan satu buku gratis yang terpampang di status yang kami komentari. Siapa pun pasti akan tertarik jika mendapatkan buku gratis, terlebih dengan cara yang mudah, hanya berdasarkan komentar jawaban yang tertera. Akhirnya, tanpa pikir panjang, aku pun mengikutinya, sampai suatu ketika, komentarku menjadi salah satu dari 10 pemenang. Yeeeeeyyyyy...!!!!

Dapat buku gratis? Seneng doong...! Begitulah yang kualami kala mendapat informasi sebagai salah satu penerima hadiah buku.

Memang sudah menjadi kebiasaanku, setiap kali memiliki buku baru, aku selalu membawanya ke sekolah, tentu saja setelah kubaca terlebih dahulu. Aku sering membawa buku koleksiku untuk ditawarkan kepada siswa-siswi di sekolah, siapa tahu ada yang tertarik untuk membaca buku yang kubawa. Aku rela meminjamkannya dengan syarat "harus dibaca". Kalau tidak dibaca, lebih baik tidak usah pinjam karena masih banyak siswa lain yang mengantri untuk membaca. Dan sistem itu akan berlaku juga pada buku hasil menjadi pemenang kuis komentar di status facebook.

Waktu berlalu, belakangan ini, sekitar pertengahan bulan Agustus 2015, rupa-rupanya aku dikagetkan oleh sebuah pesan di kotak masuk media sosialku. Sebuah pesan singkat dari Mas Dang Aji Sidik, sang pendiri grup Untuk Sahabat. Di sana, aku mendapat pertanyaan tentang buku yang kudapat dari kuis beberapa bulan lalu. Bagaimana bukunya? Cocok nggak dibaca siswa siswi di sekilah? Kurang lebih seperti itu pertanyaan Mas Dang Aji. Kujawab saja apa adanya, bahwa buku itu cukup bagus dijadikan bahan bacaan para siswa-siswiku di sekolah. Tampaknya Mas Dang Aji senang membaca jawabanku, sehingga akhirnya ia pun mau menyumbang beberapa buku untuk dibagikan kepada siswa-siswi di sekolahku.

Senyum sumringah tergambar jelas dari wajah mereka, para pelajar di SMA Islam Attaroqqi Tsani Sampang, setelah mengetahui bahwa mereka mendapatkan buku baru. Terlebih setelah mengetahui bahwa buku-buku itu diberi dengan gratis. Saking girangnya, sampai-sampai mereka ingin mengabadikan momen itu bersama teman-teman dan para guru mereka. Terima kasih kuucapkan kepada Mas Dang Aji Sidik beserta keluarga UNSA lainnya. Semoga amal kalian semakin bertambah setelah membagikan ilmu melalui berbagi buku. Aku sadar bahwa tulisan ini cukup sederhana, namun aku berharap tulisan ini mampu menggerakkan hati para pembaca dan orang lain untuk lebih peka terhadap sesama. Berbagi itu indah kan teman-teman?

Kamar Inspirasi,
Sampang, Tanah Garam,
7 September 2015.
***




4 komentar:

  1. Guru yang inspiratif, tidak hanya mengajar. Saluut :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Danang: Makasi.... Makasi... samean bahkan lebih kereennn... pengen baca novel barunya nih. :D

      Hapus
  2. ingin mngasah sastraku,, andai bisa sering sharing :'(

    BalasHapus